Daily Dose Indonesia – Puluhan siswa SD Negeri Banggle 02 Kabupaten Blitar belajar langsung proses demokrasi di Gedung DPRD Kabupaten Blitar, Kamis (23/4/2026). Mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga mengikuti simulasi sidang layaknya rapat paripurna.
Sekitar 50 siswa bersama guru pendamping mengikuti kegiatan yang dipusatkan di ruang rapat Komisi IV. Kunjungan ini menjadi bagian dari pembelajaran luar kelas untuk mengenalkan sistem pemerintahan daerah sejak usia dini.
- Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Soroti Desil Berubah Mendadak, Warga Miskin Bisa Kehilangan Jaring Pengaman Sosial
- DPRD Kabupaten Blitar dan Pemkab Sepakati KUA-PPAS 2027, Supriadi Harap Anggaran Sesuai Kebutuhan Masyarakat
- DPRD Kabupaten Blitar Dengarkan Pidato Kenegaraan HUT RI ke-81, Supriadi Sikapi Efisiensi Anggaran: Jangan Sampai Kurangi Kinerja Daerah

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Fatatoh Hironi Ulya, yang menerima langsung rombongan, menjelaskan fungsi dan peran DPRD dengan pendekatan sederhana agar mudah dipahami siswa.
“Anak-anak perlu tahu bagaimana lembaga ini bekerja dan bagaimana keputusan diambil untuk kepentingan bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, DPRD tidak hanya menjadi tempat pembahasan kebijakan, tetapi juga terbuka sebagai ruang edukasi bagi masyarakat, termasuk pelajar.
“Gedung ini juga bisa menjadi ruang belajar agar anak-anak mengenal pemerintahan sejak dini,” katanya.
Suasana kegiatan semakin hidup saat siswa diajak mengikuti simulasi sidang. Mereka mencoba duduk sebagai peserta rapat, menyampaikan pendapat, hingga mengikuti alur pengambilan keputusan secara sederhana.
Metode ini membuat siswa lebih mudah memahami bagaimana proses musyawarah dan pengambilan keputusan dilakukan di lembaga legislatif.

Selain simulasi, para siswa juga diajak berkeliling melihat sejumlah fasilitas di lingkungan DPRD, mulai dari ruang komisi hingga ruang rapat paripurna. Kegiatan ini memberi gambaran nyata tentang aktivitas pemerintahan yang selama ini hanya mereka lihat di buku pelajaran.
Fatatoh berharap kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya peran warga dalam kehidupan berbangsa.
“Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang peduli dan memahami pentingnya berpartisipasi dalam pembangunan daerah,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.
Melalui pengalaman belajar langsung ini, DPRD Kabupaten Blitar menegaskan komitmennya membuka ruang edukasi publik. Pendekatan interaktif seperti simulasi sidang diharapkan mampu menanamkan nilai demokrasi sekaligus membangun minat belajar siswa terhadap dunia pemerintahan.





