Daily Dose Indonesia – Pembukaan Makam Bung Karno (MBK) selama 24 jam dinilai membuka peluang lebih luas bagi pengembangan wisata sejarah sekaligus menggerakkan ekonomi lokal di Kota Blitar.
Dukungan tersebut disampaikan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Blitar. Ketua PC GP Ansor Kota Blitar, Mohamad Romdhoni, mengatakan Pemerintah Kota Blitar agar Makam Bung Karno buka 24 jam dapat memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat dari luar daerah untuk berziarah, termasuk mereka yang tiba di Blitar pada malam atau dini hari.
Menurutnya, aktivitas kunjungan yang lebih panjang juga berpotensi memberikan dampak terhadap pelaku usaha di sekitar kawasan MBK.
“Pembukaan 24 jam ini tentu memberikan peluang bagi UMKM, pedagang cenderamata, pelaku kuliner, transportasi lokal, hingga penginapan untuk mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat,” ujar Romdhoni, Rabu (2/9/2026).
Ia menilai pergerakan wisatawan dan peziarah pada malam hari dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru. Pedagang makanan dan minuman, misalnya, memiliki peluang melayani kebutuhan pengunjung yang datang di luar jam kunjungan sebelumnya.
Begitu pula dengan penjual cenderamata, jasa transportasi lokal, serta pengelola penginapan yang dapat ikut merasakan dampak dari meningkatnya mobilitas masyarakat.
Namun, Romdhoni mengingatkan agar pengembangan ekonomi tetap berjalan seiring dengan penguatan nilai sejarah MBK. Menurutnya, Makam Bung Karno bukan sekadar objek wisata, tetapi juga ruang spiritual dan tempat masyarakat mempelajari sejarah serta memahami gagasan dan perjuangan Bung Karno.
“Nilai sejarah dan kesejahteraan ekonomi masyarakat harus berjalan seimbang. Jangan sampai pengembangan ekonomi menghilangkan nilai sejarah yang menjadi kekuatan utama kawasan ini,” katanya.
Karena itu, ia mendukung pembukaan MBK selama 24 jam dengan catatan pengelolaan kawasan terus diperkuat. Aspek keamanan, ketertiban, kebersihan, penerangan jalan, serta fasilitas publik perlu mendapat perhatian agar aktivitas malam tetap memberikan rasa nyaman bagi pengunjung dan masyarakat sekitar.
Romdhoni juga mendorong adanya evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan kebijakan tersebut. Dengan pengelolaan yang baik, pembukaan MBK selama 24 jam dinilai dapat memperluas akses wisata sejarah sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat Kota Blitar.
“Harapannya, Blitar semakin kuat sebagai kota yang menjaga warisan sejarah Bung Karno, sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.






