Hari Jadi Blitar ke-702, Bupati Rijanto Ajak Wujudkan “Manggih Raharja Blitar Kuncara” Lewat Gotong Royong

Hari Jadi ke-702 Blitar, Bupati Rijanto Ajak Wujudkan "Manggih Raharja Blitar Kuncara" Lewat Gotong Royong
Bupati Blitar Rijanto didampingi Wakil Bupati Beky Herdiansyah menyapa masyarakat yang hadir di Pendopo Ronggo Hadinegoro usai upacara Pisowanan Agung Hari Jadi 702, Rabu (5/8/2026).

Daily Dose Indonesia – Peringatan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah. Hal itu disampaikan Bupati Blitar Rijanto saat menghadiri Pisowanan Ageng di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Rabu (5/8/2026).

Pisowanan Ageng merupakan tradisi tahunan yang selalu digelar setiap 5 Agustus sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Blitar. Tradisi tersebut menjadi simbol pertemuan antara unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen daerah dalam meneguhkan komitmen membangun Kabupaten Blitar.

Bacaan Lainnya

Pada Hari Jadi ke-702 tahun ini, Pemerintah Kabupaten Blitar mengusung tema “Manggih Raharja Blitar Kuncara”. Menurut Rijanto, tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi menjadi cita-cita bersama untuk mewujudkan masyarakat yang semakin sejahtera sekaligus menjadikan Kabupaten Blitar semakin dikenal melalui pembangunan yang berkelanjutan.

“Tema Hari Jadi ke-702 ini adalah ‘Manggih Raharja Blitar Kuncara’. Maksudnya masyarakat sejahtera dan Blitar menjadi kawentar atau semakin dikenal. Ini tentu membutuhkan proses dan harus berjalan seiring dengan semangat Berdaya dan Berjaya yang menjadi visi pembangunan Kabupaten Blitar,” ujar Rijanto.

gunungan lima pisowanan agung hari jadi kabupaten blitar 702 rabu 5 agustus 2026
Budaya kirab sedekah bumi dan tarian khas Jawa di tunjukkan di Pisowanan Agung Hari Jadi Kabupaten Blitar 702 pada Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, mewujudkan cita-cita tersebut tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan semangat gotong royong, kerja keras, kebersamaan, serta sinergi seluruh elemen masyarakat agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi warga.

“Prosesnya diawali dengan semangat, cita-cita, idealisme yang diwujudkan melalui gotong royong, bekerja keras, dan bahu-membahu. Harapan kami, masyarakat Kabupaten Blitar semakin sejahtera, hidup nyaman, tenteram, dan Blitar semakin dikenal,” katanya.

Rijanto mengatakan semangat kebersamaan itu juga tercermin dalam rangkaian Hari Jadi ke-702 yang melibatkan banyak unsur masyarakat. Selain Pisowanan Ageng, berbagai agenda digelar untuk mengangkat potensi daerah sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Ia menyebut sejumlah kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan antara lain kontes ternak kambing, kontes ternak sapi tingkat nasional, Festival Jaranan Blitaran, turnamen bola voli, turnamen tenis lapangan, pameran UMKM, Dramasoka dengan bintang tamu Happy Asmara, pengajian bersama Gus Iqdam, tradisi Tiban, hingga pagelaran wayang kulit dengan dalang lokal serta hiburan Jo Klitik dan Jo Klithuk.

Menurut Rijanto, seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Harapan kami apa yang dilakukan dalam rangka Hari Jadi ini mempunyai dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terutama bagi pelaku UMKM, pedagang, kuliner, dan usaha-usaha masyarakat sehingga ekonomi semakin menggeliat,” ungkapnya.

Ia optimistis, apabila semangat gotong royong terus dijaga dan seluruh potensi daerah dikelola bersama, maka visi menjadikan Kabupaten Blitar berdaya, berjaya, sekaligus semakin dikenal luas dapat terwujud.

Melalui peringatan Hari Jadi ke-702 ini, Rijanto juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai penyemangat untuk terus berkontribusi membangun daerah sesuai peran masing-masing. Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, Kabupaten Blitar diyakini mampu melangkah menjadi daerah yang semakin maju, sejahtera, serta tetap kokoh menjaga nilai-nilai budaya dan kebersamaan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *