Daily Dose Indonesia – Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar M. Rifai menegaskan penguatan basis ideologis partai menjadi strategi utama yang akan dijalankan kepengurusan periode 2026-2031. Langkah tersebut berjalan beriringan dengan target meningkatkan perolehan kursi DPRD Kabupaten Blitar dari 11 menjadi 14 kursi pada pemilu mendatang.
Komitmen itu disampaikan usai serah terima amanah kepengurusan DPC PKB Kabupaten Blitar periode 2021-2026 kepada pengurus periode 2026-2031 yang digelar di Kantor DPC PKB Kabupaten Blitar, Jumat (10/7/2026).
Selain menjadi momentum pergantian kepengurusan, kegiatan tersebut juga ditandai dengan serah terima seluruh aset organisasi yang dimiliki DPC PKB selama periode sebelumnya. Rifai menjelaskan aset kantor yang saat ini digunakan PKB pada prinsipnya merupakan milik PCNU Kabupaten Blitar, sehingga pengelolaannya tetap mengikuti komitmen yang telah disepakati.
“Seluruh aset yang kami kelola selama periode 2021-2026 kami serahkan kepada kepengurusan baru. Untuk kantor ini, hak miliknya berada di PCNU. Selama PKB masih menggunakannya menjadi hak pakai PKB, tetapi apabila suatu saat tidak digunakan lagi, aset tersebut akan kembali kepada PCNU,” jelas Rifai.
Usai proses serah terima, kepengurusan baru langsung memulai konsolidasi organisasi dengan menggelar kick off Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di seluruh kecamatan. Sebelum Musancab dilaksanakan, DPC PKB membentuk Tim TPPK yang bertugas melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kepengurusan DPAC selama lima tahun terakhir.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan apakah kepengurusan di tingkat kecamatan dipertahankan atau dilakukan regenerasi. Musancab dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 9 Agustus 2026 secara bertahap di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.
Rifai mengatakan regenerasi menjadi salah satu prioritas kepengurusan baru. Karena itu, jajaran Dewan Tanfidz periode 2026-2031 didominasi kader muda dari kalangan milenial dan Generasi Z, sementara para pengurus senior ditempatkan di jajaran Dewan Syuro sebagai pengarah organisasi.
“Kami harus berani memulai regenerasi kepemimpinan. Kepengurusan kali ini banyak diisi anak-anak muda. Bukan berarti kami menafikan pengurus lama, tetapi kami membagi peran. Pengurus senior berada di Dewan Syuro, sedangkan generasi muda kami dorong menjadi motor penggerak organisasi di Dewan Tanfidz,” katanya.
Menurut Rifai, penguatan organisasi tidak akan berjalan tanpa memperkuat basis ideologis partai. Ia meyakini PKB merupakan salah satu partai yang memiliki basis ideologi kuat sehingga pembinaan terhadap konstituen tradisional harus menjadi prioritas sebelum memperluas dukungan dari pemilih yang belum menentukan pilihan politik.
“PKB adalah partai berbasis ideologi. Karena itu, satu sampai dua tahun pertama kami fokus memperkuat basis-basis PKB terlebih dahulu melalui pembinaan yang berkelanjutan. Setelah basis kita semakin solid, baru kita bergerak menjangkau pemilih yang masih mengambang,” ujarnya.
Di sisi lain, Rifai mengaku optimistis target penambahan kursi DPRD dapat diwujudkan apabila konsolidasi organisasi berjalan sesuai rencana. Ia menargetkan seluruh struktur kepengurusan DPC, badan otonom, lembaga partai, hingga DPAC di Kabupaten Blitar telah rampung paling lambat akhir 2026.
“Saat ini PKB memiliki 11 kursi di DPRD Kabupaten Blitar. Target kami pada pemilu mendatang bisa meningkat menjadi 14 kursi. Target itu hanya bisa dicapai apabila organisasi semakin solid, regenerasi berjalan baik, dan basis ideologis partai terus diperkuat,” tegasnya.
Melalui kepengurusan baru, DPC PKB Kabupaten Blitar berharap konsolidasi organisasi yang dipadukan dengan regenerasi kader mampu memperkuat mesin partai hingga tingkat kecamatan. Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mewujudkan target penambahan kursi DPRD pada pemilu mendatang.





