Peresmian berlangsung di kompleks Istana Gebang sejak pukul 10.15 WIB hingga pukul 13.10 WIB. Tampak hadir beberapa kepala daerah seperti Walikota Blitar Syauqul Muhibbin, Bupati Blitar Rijanto, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, juga ada Wakil Walikota Surabaya Armuji dan Wakil Bupati Blitar Beky Herdiansyah. Serta halaman Istana Gebang dipenuhi ribuan kader akar rumput PDI Perjuangan dari ranting, anak ranting dan PAC dari Blitar Raya, Tulungagung, Kediri dan sekitarnya.
Acara diawali peluncuran produk apparel koperasi binaan PDI Perjuangan dengan peragaan busana, kemudian dilanjutkan penyambutan tamu kehormatan dengan penampilan karawitan dan musik campursari. Suasana semakin khidmat dengan adanya tari Grebeg Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, serta mendengarkan lagu-lagu perjuangan sebelum prosesi peresmian dimulai.
- Lihat Wayang Kulit di Alun-Alun Kabupaten Blitar, Sekjen PDIP Hasto Ajak Masyarakat Belajar Kepemimpinan dan Keberanian Membela Kebenaran
- Sambut Megawati di Kota Proklamator, PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Perkuat Semangat Kebangsaan
- DPRD Kota Blitar Mulai Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025, Soroti Efektivitas Program dan Serapan Anggaran
Puncak kegiatan ditandai dengan pembukaan selubung patung Bung Karno, penandatanganan prasasti revitalisasi, serta penyerahan bibit pohon pule dan sukun kepada DPC PDI Perjuangan Kota dan Kabupaten Blitar.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah menjelaskan revitalisasi dilakukan secara menyeluruh untuk menjaga salah satu situs bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan hidup Bung Karno.
“Renovasinya total, semuanya direnovasi. Bahkan pagarnya sekarang lebih indah dan tertata,” ujar Said Abdullah.
Ia menyebut revitalisasi tersebut menelan anggaran sekitar Rp4,1 miliar yang berasal dari gotong royong pengurus DPD PDI Perjuangan se-Indonesia. Selain memperbaiki bangunan utama, kawasan Istana Gebang kini dilengkapi patung Bung Karno setinggi lima meter karya seniman Drs. Dunadi asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Said, pengembangan kawasan tidak berhenti pada perbaikan fisik semata. Ke depan, Istana Gebang juga akan diperkuat dengan fasilitas edukasi berbasis digital sehingga pengunjung dapat mengakses informasi mengenai perjalanan hidup, pemikiran, dan perjuangan Bung Karno secara lebih interaktif.
“Anak-anak muda yang datang nantinya tinggal mengakses informasi untuk mengetahui napak tilas Bung Karno, perjuangan Bung Karno, dan sejarah Bung Karno,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan revitalisasi Istana Gebang menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sejarah Bung Karno yang selama ini menjadi identitas Kota Blitar.
Menurut pria yang akrab disapa Mas Ibin itu, bangunan yang diperkirakan berusia lebih dari satu abad tersebut sebelumnya belum pernah mendapatkan rehabilitasi menyeluruh dalam waktu yang cukup lama.
“Alhamdulillah beliau berkenan merehabilitasi Istana Gebang. Sekarang rumah masa kecil Bung Karno sudah tampak lebih baik, lebih bagus, dan dilengkapi berbagai ornamen yang menggambarkan perjalanan hidup Bung Karno sejak kecil hingga menjadi Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.
Mas Ibin menambahkan, revitalisasi Istana Gebang menjadi salah satu rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang digelar Pemerintah Kota Blitar sepanjang Juni. Sebelumnya telah digelar Grebeg Pancasila dan peringatan hari lahir Bung Karno, sementara rangkaian kegiatan akan berlanjut dengan Haul Bung Karno pada 20 Juni mendatang.

Ia berharap wajah baru Istana Gebang dapat memperkuat fungsi kawasan tersebut sebagai ruang pembelajaran sejarah sekaligus destinasi wisata kebangsaan yang mengenalkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kepada generasi muda.
“JAS MERAH, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Bung Karno adalah pemersatu bangsa dan tokoh yang membawa Indonesia menuju gerbang kemerdekaan,” tegas Mas Ibin.
Dengan revitalisasi yang telah rampung, Istana Gebang kini tidak hanya menjadi saksi masa kecil Bung Karno, tetapi juga menjadi pusat edukasi sejarah yang diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan dan masyarakat untuk mengenal lebih dekat perjalanan Sang Proklamator.





