Daily Dose Indonesia – DPRD Kabupaten Blitar menempatkan hasil evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025 sebagai pijakan untuk memperkuat arah pembangunan daerah. Melalui rapat paripurna yang digelar Jumat (24/4/2026), legislatif menyampaikan sekitar 20 catatan strategis yang diharapkan menjadi panduan perbaikan kinerja pemerintah ke depan.
Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, menegaskan bahwa seluruh rekomendasi tersebut disusun sebagai bagian dari upaya memastikan pembangunan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
- DPRD Kabupaten Blitar Dukung Langkah Mitigasi Kekeringan 2026, Lindungi Kepentingan Masyarakat
- DPRD Kabupaten Blitar Keluarkan 20 Rekomendasi LKPJ Bupati Blitar 2025, Soroti Anggaran hingga Pemerataan Pembangunan
- Belajar Demokrasi Sejak Dini, Puluhan Siswa SD Ikuti Simulasi Sidang di DPRD Kabupaten Blitar
“Catatan ini kami harapkan menjadi arah penguatan pembangunan ke depan agar hasilnya semakin optimal,” ujarnya.
Ia menilai, secara umum capaian makro ekonomi Kabupaten Blitar menunjukkan perkembangan yang positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,06 persen, angka kemiskinan turun menjadi 7,57 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia mencapai 74,43.
Menurut Supriadi, capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk melangkah ke tahap pembangunan yang lebih berkualitas.
“Capaian ini patut kita apresiasi sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas pembangunan berikutnya,” katanya.
Di sisi lain, DPRD juga mencermati pengelolaan anggaran sebagai bagian dari proses penyempurnaan. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 tercatat sekitar Rp393,98 miliar atau sekitar 14 persen dari total anggaran.
Supriadi memandang kondisi tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan efektivitas perencanaan dan pelaksanaan program.
“Ini menjadi bahan evaluasi agar perencanaan dan realisasi anggaran ke depan bisa lebih optimal,” ujar Supriadi yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar.
Pendapatan daerah yang mampu melampaui target hingga 103,9 persen dinilai sebagai indikator kinerja yang baik. Sementara realisasi belanja yang mencapai 89,3 persen menjadi perhatian agar program pembangunan dapat berjalan lebih maksimal dan tepat waktu.
Selain itu, DPRD juga menekankan pentingnya penguatan sektor pendidikan dan kesehatan. Pemerataan akses pendidikan, penanganan anak tidak sekolah, serta peningkatan layanan kesehatan menjadi fokus agar kualitas hidup masyarakat terus meningkat.
DPRD juga mendorong arah kebijakan pembangunan yang lebih strategis, termasuk penguatan ekonomi berbasis potensi daerah melalui hilirisasi serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah dengan pemanfaatan teknologi.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Blitar Rijanto menyampaikan bahwa seluruh catatan strategis DPRD akan dijadikan acuan dalam penyusunan kebijakan ke depan.
“Catatan dari DPRD sangat baik sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat perencanaan dan pelaksanaan program,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa sinergi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan pembangunan daerah, terutama di tengah tantangan fiskal dan dinamika ekonomi.
Dengan adanya evaluasi tersebut, DPRD Kabupaten Blitar berharap arah pembangunan ke depan semakin terukur, adaptif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.





