Daily Dose Indonesia – Ketua DPRD Kota Blitar dr Syahrul Alim mendorong penguatan kolaborasi antara wirausaha muda, DPRD, dan Pemerintah Kota Blitar untuk mendukung perkembangan usaha yang dirintis anak muda.
Hal itu disampaikan Syahrul saat berdialog bersama pengurus dan anggota Cah Prenuer Indonesia di Angkringan Mbah Jono, Kota Blitar, Rabu (7/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara DPRD dan pelaku usaha muda untuk membahas pengembangan wirausaha serta mencari wadah kolaborasi yang dapat menjawab kebutuhan mereka.
Syahrul mengapresiasi semangat anak muda yang bergerak dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, semangat tersebut perlu mendapat dukungan agar tidak berhenti di tengah jalan.
“Kegiatan anak-anak muda ini bertujuan meningkatkan kapasitas serta profesionalitas, utamanya di bidang UMKM. Hal ini memang layak kita dukung sepenuhnya, karena mereka masih muda-muda. Jangan sampai semangat mereka patah,” ujar Syahrul.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam membantu pelaku usaha muda mengembangkan bisnis. Menurutnya, pengalaman para pelaku UMKM dan dukungan pemerintah dapat menjadi kekuatan untuk mendorong usaha mereka terus tumbuh.
“Apapun bentuknya, dari para senior maupun pelaku UMKM, semuanya dapat menumbuhkan semangat dan bersinergi dengan pemerintah. Pemerintah pun memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi kegiatan para pemuda ini, agar usaha yang dirintis dapat terus tumbuh dan berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Cah Prenuer Indonesia Kota Blitar Ulung Wijaya mengapresiasi kesempatan berdialog langsung dengan Ketua DPRD Kota Blitar. Ia mengatakan banyak aspirasi terkait dunia usaha yang ingin disampaikan oleh para anggota.
“Terima kasih. Kami merasa sangat senang dapat berdekatan langsung dengan Pak Syahrul selaku Ketua DPRD Kota Blitar. Sebenarnya banyak hal yang ingin kami sampaikan terkait dunia usaha, karena kami masih muda, masih baru berproses,” ungkap Ulung Wijaya.
Ulung menjelaskan Cah Prenuer Indonesia kini menaungi lebih dari 300 anggota yang mayoritas berusia di bawah 40 tahun. Organisasi tersebut berfokus mencetak bibit wirausahawan muda di Kota Blitar.
Anggota yang belum memiliki usaha diarahkan untuk mulai merintis. Sementara pelaku usaha yang sudah berjalan didorong untuk saling menguatkan dan membantu sesama.
“Hari ini banyak sekali keluhan dan aspirasi yang kami sampaikan. Alhamdulillah diterima dengan baik. Harapannya, apa yang kami sampaikan dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti, sehingga Cah Prenuer Indonesia dapat berjalan sesuai visi mencetak wirausahawan muda yang mandiri dan bermanfaat bagi Kota Blitar,” tambahnya.
Dialog tersebut diharapkan menjadi awal kemitraan antara pelaku usaha muda dengan DPRD dan Pemerintah Kota Blitar. Kolaborasi itu diharapkan dapat menjembatani kebutuhan pelaku usaha dengan dukungan kebijakan serta fasilitasi pemerintah.
Dengan dukungan yang lebih terarah, potensi ekonomi generasi muda di Kota Blitar diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.






