Jelang Musorkotlub, Mas Wali Kawal Program Warga, Wawali Elim Fokus Pencalonan Ketua KONI

Jelang Musorkotlub, Mas Wali Kawal Program Warga, Wawali Elim Fokus Pencalonan Ketua KONI
Walikota Blitar Mas Ibin saat terjun langsung bergabung dengan warga yang bekerja dalam program Karya Mas sebuah program padat karya melibatkan masyarakat di kelurahan-kelurahan.

Daily Dose Indonesia – Sepekan menjelang Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Kota Blitar, aktivitas Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin dan Wakil Wali Kota (Wawali) Blitar Elim Tyu Samba berjalan dengan fokus berbeda.

Mas Ibin dalam beberapa hari terakhir menjalankan agenda pemerintahan, mulai dari memantau pembangunan berbasis masyarakat melalui Karya Mas hingga membawa kepentingan UMKM Kota Blitar ke tingkat pemerintah pusat. Sementara Elim tercatat aktif dalam proses menuju Musorkotlub dan resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Kota Blitar pada 16 September 2026.

Bacaan Lainnya
Banner DBHCHT Pemkab Blitar September 2026

Aktivitas Mas Ibin di lapangan bahkan berlangsung pada hari aksi insan olahraga 7 September 2026. Saat massa KONI menyampaikan aspirasi, ia bersama jajaran Pemkot Blitar melakukan monitoring Karya Mas di Kelurahan Ngadirejo dan Bendogerit. Program tersebut berjalan di sekitar 300 titik dan diproyeksikan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja.

Dalam wawancara usai memimpin apel ASN di Kantor Wali Kota Blitar, Senin (21/9/2026), Mas Ibin kembali menekankan pentingnya menjaga semangat pelayanan aparatur. Ia menyebut indeks profesionalisme ASN Kota Blitar berada di peringkat keenam nasional.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada ASN karena IP, Indeks Profesionalisme kita ini ranking 6 nasional. Saya kira saya merasa bangga, ASN kita, teman-teman kita bekerja secara profesional, bagus ya, sehingga dapat peringkat 6,” kata Mas Ibin.

Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi penyemangat agar ASN tidak mengendurkan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menyinggung tuntutan layanan yang kini semakin panjang, termasuk sejumlah layanan yang berjalan 24 jam.

Mas Ibin meminta pembagian tugas dilakukan secara profesional agar tambahan layanan tidak otomatis berarti penambahan jam kerja bagi ASN biasa.

“Jadi jangan sampai karena layanan kita menjadi 24 jam, bertambah, kemudian teman-teman juga jam kerjanya juga ditambah. Saya juga merasa tidak okelah kalau menambah jam kerja teman-teman. Sementara gaji dipotong tapi jam ditambah, itu juga enggak oke. Maka dari itu saya tekankan ya untuk tugas-tugas teman-teman tetap sesuai dengan jam kerja yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Di luar urusan birokrasi, Mas Ibin juga menghabiskan waktu pekan terakhir dengan mengawal program yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

Pada Sabtu (12/9/2026), ia meninjau pengerjaan saluran air melalui program Karya Mas di Jalan Jati Gang V, Kelurahan Sukorejo. Pekerjaan tersebut diarahkan untuk memperbesar kapasitas saluran guna menghadapi debit air saat musim hujan.

Tujuh belas September juga menjadi momentum Pemkot Blitar membawa agenda UMKM ke Jakarta. Sehari sebelumnya, Rabu (16/9/2026), Mas Ibin bersama jajaran pemerintah kota beraudiensi dengan Kementerian UMKM untuk membahas penguatan sekitar 18 ribu pelaku usaha, termasuk akses permodalan, peningkatan kapasitas, dan perluasan pasar.

Dalam wawancara Senin, Mas Ibin menjelaskan pemerintah tidak ingin UMKM hanya berkembang di dalam Kota Blitar, tetapi juga mendapatkan pasar di luar daerah.

“Jadi di dalam kita ramaikan, di luar juga kita galang pasarnya. Jadi kita berusaha yang memfasilitasi UMKM kita dengan baik agar UMKM kita itu semakin banyak, juga menjadikan lapangan pekerjaan bagi warga Kota Blitar, sekaligus juga semakin bertumbuh, naik kelas,” katanya.

Mas Ibin juga menyebut Pemkot meminta dukungan untuk pelatihan, Rumah UMKM, Rumah Kemasan, standardisasi, sertifikasi produk, hingga promosi ke pasar luar negeri.

Aktivitas lapangan kembali dilakukan pada Sabtu (19/9/2026). Mas Ibin meninjau Karya Mas di Jalan Kopi, Kelurahan Rembang, dan bahkan ikut bekerja bersama warga memperbaiki saluran irigasi sepanjang sekitar 41 meter. Pekerjaan itu merupakan usulan warga untuk mengatasi persoalan aliran air di lingkungan.

Wawali Elim Demo KONI Ajak Anak Pelajar Demo Kantor Walikota Blitar Senin 7 September 2026
Para pelajar (jersey pink) ikut membentangkan spanduk tuntutan disaat Wawali Blitar Elim orasi dalam Demo KONI di depan Kantor Walikota Blitar, Senin (7/9/2026).

Di sisi lain, Wawali Elim menjalankan agenda yang berkaitan langsung dengan organisasi olahraga. Setelah mengikuti aksi Demo KONI 7 September, ia kemudian resmi menyerahkan berkas pencalonan sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Kota Blitar pada 16 September. Dalam pendaftaran tersebut, Elim mengaku memperoleh dukungan dari 29 cabang olahraga.

“Alhamdulillah tadi kita didukung 29 cabor. Sekitar pukul 1 kami menyerahkan berkas pendaftaran dan diterima oleh tim TPP. Untuk kelanjutannya kita tunggu bagaimana hasil dari TPP, apakah sah dan sesuai prosedur atau masih ada kekurangan,” ungkap Elim.

Elim menyebut pencalonannya berkaitan dengan keinginannya mendorong pembinaan dan prestasi olahraga Kota Blitar.

“Kita ini warga Kota Blitar. Tentunya olahraga ini sangat penting untuk nama baik Kota Blitar. Harapannya melalui KONI kita bisa memaksimalkan atlet-atlet untuk bisa berprestasi secara maksimal,” katanya.

Menjelang Musorkotlub 22 September 2026, kedua agenda tersebut kini berjalan beriringan. Wali Kota Mas Ibin menjalankan fungsi pemerintahan melalui pelayanan ASN, penguatan UMKM, dan monitoring pembangunan berbasis masyarakat. Sementara Wawali Elim mengikuti tahapan organisasi menuju pemilihan Ketua Umum KONI Kota Blitar.

Perbedaan agenda itu menjadi gambaran aktivitas keduanya dalam satu pekan menjelang momentum penting bagi KONI Kota Blitar, tanpa mengubah keduanya dari posisi masing-masing sebagai pimpinan daerah dan bagian dari proses organisasi olahraga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *