Ratih Dewi Indarti Tawarkan Reformasi Anggaran, Dorong Dana KONI Lebih Besar untuk Atlet dan Cabor

Ratih Dewi Indarti Tawarkan Reformasi Anggaran, Dorong Dana KONI Lebih Besar untuk Atlet dan Cabor
Ratih Dewi Indarti saat ditemui di sela kegiatannya di Kantor Pemkot Blitar, Senin (21/9/2026).

Daily Dose Indonesia – Bakal calon Ketua Umum KONI Kota Blitar, Ratih Dewi Indarti, membawa gagasan reformasi tata kelola organisasi dan anggaran dalam pencalonannya pada Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Kota Blitar.

Ratih yang juga menjabat sebagai Inspektur Daerah Kota Blitar sekaligus Ketua Cabor Muaythai menegaskan, peningkatan prestasi olahraga menjadi salah satu fokus utama yang ingin didorong apabila mendapat amanah memimpin KONI Kota Blitar.

Bacaan Lainnya
Banner DBHCHT Pemkab Blitar September 2026

Menurutnya, pembenahan pembiayaan olahraga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan prestasi atlet. Ia menilai struktur anggaran perlu dievaluasi agar porsi yang lebih besar dapat diarahkan kepada kebutuhan cabang olahraga dan atlet.

“Yang pertama paling utama jelas kita meningkatkan olahraga di Kota Blitar, terutama olahraga prestasi. Yang kedua menyelesaikan masalah klasik mengenai pembiayaan,” ujar Ratih.

Ratih menyebut, salah satu gagasan yang dibawanya adalah melakukan reformasi terhadap struktur anggaran KONI. Ia menyoroti porsi anggaran operasional rutin pengurus yang selama ini mencapai sekitar 30 persen.

Ke depan, ia membuka kemungkinan mengalihkan sebagian anggaran operasional tersebut untuk memperbesar dukungan terhadap cabor dan atlet.

“Kalau memang itu kita menilai merupakan salah satu cara untuk meningkatkan eksistensi olahraga serta prestasi di Kota Blitar, kita akan lakukan reformasi dengan mengalihkan dana operasional rutin pengurus untuk lebih besar pada cabor dan atlet,” jelasnya.

Bagi Ratih, KONI tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan pembinaan olahraga. Dukungan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dinilai tetap diperlukan agar pembinaan atlet dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Ratih sendiri memiliki pengalaman dalam pengelolaan cabang olahraga. Sejak 2019, ia terlibat dalam pembinaan Cabor Muaythai Kota Blitar dan telah mendampingi atlet mengikuti sejumlah kejuaraan.

Ia menyebut, pengalaman tersebut turut memberikan gambaran mengenai kebutuhan atlet dan cabor di lapangan.

“Kebetulan saya sudah ada di Muaythai. Kita sudah mengantarkan catur kami mengikuti beberapa kejuaraan dan banyak memperoleh medali emas dan perak. Kemudian di Porprov juga kita pernah memperoleh perunggu,” katanya.

Selain pembinaan dan anggaran, Ratih juga menempatkan aspek akuntabilitas sebagai bagian penting dalam tata kelola KONI. Latar belakangnya sebagai Inspektur Daerah menjadi salah satu bekal yang ingin ia terapkan dalam pengelolaan organisasi olahraga.

Ia menyebut pengawasan tidak semata-mata dilakukan setelah muncul persoalan. Monitoring, evaluasi hingga audit dinilai perlu dilakukan secara berkala untuk menemukan kelemahan dalam pengelolaan anggaran sejak awal.

“Kita sering bekerja sama dengan Inspektorat untuk sering dilakukan pembinaan pengawasan, baik melalui monitoring evaluasi maupun audit. Itu sangat diperlukan supaya pada saat tahun berjalan kita segera menemukan kelemahan-kelemahan yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Ratih menekankan, pengelolaan anggaran yang ditujukan untuk menghasilkan prestasi olahraga harus berjalan beriringan dengan prinsip akuntabilitas. Menurutnya, prestasi atlet jangan sampai terganggu oleh persoalan administrasi maupun temuan dalam pengelolaan anggaran.

“Jangan sampai pengelolaan anggaran yang menghasilkan prestasi itu dinodai oleh temuan-temuan yang signifikan. Jadi harus seimbang,” ujarnya.

Ratih menjadi salah satu dari dua nama yang mendaftarkan diri dalam penjaringan bakal calon Ketua Umum KONI Kota Blitar. Nama lainnya adalah Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba. Keduanya mendaftar menjelang pelaksanaan Musorkotlub yang dijadwalkan berlangsung pada 22 September 2026.

Dalam kontestasi tersebut, gagasan Ratih berfokus pada tiga hal utama, yakni peningkatan prestasi olahraga, reformasi pembiayaan agar dukungan kepada cabor dan atlet diperbesar, serta penguatan tata kelola dan pengawasan anggaran KONI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *