Daily Dose Indonesia – Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi mendukung agar rangkaian Bulan Bung Karno terus dikembangkan sebagai agenda tahunan yang tidak hanya menjaga nilai kebangsaan, tetapi juga mampu menjadi penggerak sektor pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi masyarakat Kabupaten Blitar.
Menurut Supriadi, penyelenggaraan Bulan Bung Karno 2026 menunjukkan bahwa kegiatan yang memadukan nilai sejarah, budaya, dan pemberdayaan masyarakat mampu menarik partisipasi masyarakat sekaligus mengangkat potensi daerah.
“Saya sifatnya nanti akan mengikuti apa yang menjadi visi misi Bapak Bupati. Dari DPRD intinya untuk mensupport kegiatan itu selama bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Blitar,” kata Supriadi, Rabu (1/7/2026).
Ia menegaskan DPRD siap memberikan dukungan terhadap program-program yang memberi dampak positif bagi masyarakat, termasuk agenda kebudayaan yang mampu memperkenalkan potensi wisata sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
Sepanjang Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar berbagai kegiatan dalam rangka Bulan Bung Karno. Rangkaian diawali dengan Brokohan Pancasila pada 1 Juni sebagai peringatan Hari Lahir Pancasila, dilanjutkan tabur bunga dan selamatan Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, kemudian Haul Bung Karno pada 21 Juni yang diisi doa bersama dan pengajian.
Berbagai pertunjukan seni budaya juga mewarnai peringatan tersebut, mulai wayang kulit, macapatan, jaranan hingga pertunjukan bertema nasionalisme, Marhaenisme, dan ajaran Bung Karno digelar di Alun-Alun Kanigoro dan tersebar di desa dan kelurahan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak mengenang perjuangan Sang Proklamator sekaligus melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas Kabupaten Blitar.
Pemkab Blitar juga mensukseskan Puncak Bulan Bung Karno digelar pada 28 Juni di kawasan wisata Blumbang Gede, Desa Soso, Kecamatan Gandusari yang digelar DPC PDI Perjuangan. Ribuan masyarakat memadati kawasan danau alami tersebut mengikuti jalan sehat, penanaman pohon buah, penebaran benih ikan, pengobatan gratis, donor darah, pijat gratis, hingga panggung hiburan rakyat.
Supriadi menilai pemilihan Blumbang Gede sebagai lokasi penutupan Bulan Bung Karno menjadi langkah strategis karena mampu memperkenalkan potensi wisata alam Kabupaten Blitar kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurutnya, kegiatan berskala besar yang rutin digelar di kawasan wisata akan menciptakan efek berantai bagi perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung dapat meningkatkan aktivitas pelaku UMKM, membuka peluang usaha baru, serta mendorong berkembangnya destinasi wisata di daerah.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya menjadi modal penting agar Bulan Bung Karno terus berkembang menjadi agenda unggulan Kabupaten Blitar.
Selain memperkuat semangat nasionalisme dan pelestarian budaya, rangkaian kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa nilai-nilai Bung Karno dapat diwujudkan melalui pembangunan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk dengan mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya dan lingkungan.
Supriadi berharap penyelenggaraan Bulan Bung Karno terus disempurnakan pada tahun-tahun mendatang sehingga manfaatnya semakin luas, baik dalam memperkuat karakter kebangsaan maupun mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau kegiatan itu membawa manfaat bagi masyarakat, tentu DPRD akan terus mendukung. Harapannya Bulan Bung Karno bukan hanya menjadi agenda peringatan sejarah, tetapi juga mampu menjadi penggerak wisata, budaya, dan ekonomi Kabupaten Blitar,” pungkas Ketua DPRD Kabupaten Blitar yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan.





