Dari Infrastruktur hingga Digitalisasi, Fondasi Tahun Pertama Rijanto–Beky untuk Kabupaten Blitar Mulai Terlihat

Dari Infrastruktur hingga Digitalisasi, Fondasi Tahun Pertama Rijanto–Beky untuk Kabupaten Blitar Mulai Terlihat
Bupati dan Wakil Bupati Rijanto-Beky memaparkan kinerja satu tahun kepemimpinannya di Kabupaten Blitar dalam acara refleksi pada Jumat (20/2/2026) di Pendopo Sasana Adhi Praja.

Daily Dose Indonesia — Genap satu tahun memimpin Kabupaten Blitar sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Bupati Rijanto bersama Wakil Bupati Beky Herdiansyah menegaskan bahwa fase awal kepemimpinan mereka difokuskan pada peletakan fondasi pembangunan. Infrastruktur dikebut, layanan publik mulai didigitalisasi, dan penguatan ekonomi kerakyatan digerakkan secara bertahap.

Dalam momentum refleksi satu tahun kepemimpinan di Pendopo Sasana Adi Praja, Rijanto menekankan bahwa satu tahun pertama bukan sekadar seremoni evaluasi, melainkan bentuk pertanggungjawaban kepada publik.

Bacaan Lainnya

“Satu tahun kepemimpinan bukanlah waktu yang panjang, namun cukup untuk meletakkan fondasi. Refleksi hari ini bukan hanya acara seremonial, bukan pula laporan formalitas. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan politik kami kepada masyarakat Kabupaten Blitar. Kita bekerja dengan terbuka, transparan, dan terukur. Apa yang sudah kita capai harus kita sampaikan, dan apa yang masih belum tercapai harus terus kita perbaiki bersama,” kata Rijanto.

Ia menegaskan, membangun Kabupaten Blitar tidak cukup hanya dengan niat baik. Pemerintah daerah harus bergerak cepat dan memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kami meyakini, membangun Kabupaten Blitar tidak cukup dengan niat baik saja. Harus dengan kerja nyata, kerja cepat, dan kerja yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Infrastruktur dan Digitalisasi Jadi Fokus Awal

Dalam satu tahun pertama, Pemkab Blitar memprioritaskan penguatan fondasi pembangunan, terutama pada sektor infrastruktur. Percepatan peningkatan kualitas jalan kabupaten, perbaikan jaringan irigasi, serta penataan fasilitas publik menjadi agenda utama.

“Di bidang infrastruktur, kita mendorong percepatan peningkatan kualitas jalan kabupaten, perbaikan jaringan irigasi, serta penataan fasilitas publik. Infrastruktur bukan sekadar beton dan aspal. Infrastruktur adalah akses ekonomi, akses pendidikan, dan akses kesejahteraan masyarakat. Kita ingin konektivitas antarwilayah semakin baik agar tidak ada daerah yang tertinggal,” kata Rijanto.

Selain pembangunan fisik, transformasi layanan publik juga mulai dilakukan secara bertahap melalui digitalisasi sistem pelayanan.

“Di bidang pelayanan publik, kita melakukan transformasi digital secara bertahap. Sistem pelayanan yang sebelumnya manual mulai kita sederhanakan dan digitalisasikan. Tujuannya jelas: mempercepat layanan, mengurangi birokrasi yang berbelit, serta meningkatkan transparansi. Pemerintah harus hadir dengan pelayanan yang responsif dan mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap birokrasi.

UMKM, Pertanian, dan Hilirisasi

Pada sektor ekonomi, Rijanto menekankan pentingnya penguatan UMKM dan pertanian sebagai tulang punggung daerah. Dukungan permodalan, akses pasar, hingga pembinaan berkelanjutan terus diperkuat.

“Di sektor ekonomi, khususnya UMKM dan pertanian, kita memperkuat dukungan permodalan, akses pasar, serta pembinaan berkelanjutan. UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Sektor pertanian adalah identitas sekaligus kekuatan kita. Kita ingin petani semakin sejahtera, produk lokal memiliki nilai tambah, dan ekonomi desa semakin tumbuh,” katanya.

Ke depan, Pemkab Blitar juga mendorong hilirisasi industri agar produk daerah tidak berhenti sebagai bahan mentah.

“Kita akan mendorong hilirisasi industri agar produk daerah tidak berhenti sebagai bahan mentah. Kita ingin ada nilai tambah, ada peningkatan pendapatan masyarakat. Kita akan memperkuat ketahanan dan swasembada pangan, karena kemandirian pangan adalah kemandirian daerah,” tegasnya.

Sinergi dan Stabilitas Daerah

Rijanto menyadari satu tahun pertama masih menjadi fase awal. Tantangan pembangunan masih banyak dan memerlukan sinergi seluruh elemen.

“Keberhasilan yang kita capai hari ini bukan hasil kerja satu dua orang. Ini adalah kerja tim. Kerja bersama antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, akademisi, media, dan tentu saja masyarakat. Sinergi adalah kunci. Tanpa kolaborasi, pembangunan hanya menjadi wacana,” ujarnya.

Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemkab Blitar juga memastikan stabilitas harga dan pengendalian inflasi tetap terjaga melalui koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Di akhir refleksinya, Rijanto menegaskan komitmen kepemimpinan mereka bukan sekadar janji politik.

“Insyaallah, kita akan membuktikan bahwa Kabupaten Blitar mampu berdiri tegak, melangkah pasti, dan memberikan hasil nyata yang dirasakan masyarakat. Kita tidak sekadar berjanji, kita bekerja. Tidak sekadar merencanakan, kita melaksanakan. Itulah komitmen kepemimpinan kami, untuk mewujudkan Kabupaten Blitar berdaya dan berjaya,” kata Rijanto.

Genap satu tahun, fondasi pembangunan mulai diletakkan. Infrastruktur dipercepat, layanan publik mulai bertransformasi, dan arah ekonomi kerakyatan ditegaskan. Tahap berikutnya akan menjadi pembuktian sejauh mana fondasi tersebut mampu mengakselerasi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blitar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *