Daily Dose Indonesia — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Blitar mulai melakukan evaluasi internal menyeluruh menjelang pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab). Agenda ini diposisikan sebagai momentum peremajaan kepengurusan, khususnya di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) yang dinilai perlu penguatan kinerja organisasi.
Persiapan Musancab dibahas dalam rapat DPC yang digelar pada Minggu (4/1/2026). Rapat tersebut dipimpin Ketua DPC Guntur Wahono, didampingi Sekretaris DPC Supriadi, Bendahara Basori, serta dihadiri jajaran pengurus DPC dan PAC se-Kabupaten Blitar. Forum ini merupakan kelanjutan dari Konfercab 20–21 Desember 2025 yang menetapkan kepengurusan DPC masa bakti 2025–2030.
Dalam keterangannya usai rapat, Supriadi menegaskan bahwa Musancab merupakan mekanisme resmi partai untuk menata ulang struktur hingga tingkat kecamatan.
“Seperti kita saksikan bersama pada hari ini DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar mengadakan rapat DPC dalam rangka persiapan Musancab,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa seluruh proses Musancab akan dijalankan sesuai aturan organisasi.
“Musancab nanti seperti sudah diinstruksikan oleh DPP dan DPD kita jalankan sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Supriadi.
“Aturan-aturan di partai sudah menyebutkan tahapannya, sudah dijelaskan semuanya,” lanjutnya.
Musancab, menurut Supriadi, bukan sekadar agenda pergantian struktur, tetapi juga sarana evaluasi kinerja kader di tingkat PAC. Ia menyebut secara terbuka bahwa ada kebutuhan peremajaan di sejumlah wilayah.
“Jelas dalam Musancab nanti ada pembentukan pengurus-pengurus baru, yang mana terutama di PAC,” ujarnya.
“PAC yang selama ini mungkin kurang aktif perlu peremajaan dan sebagainya,” sambung Supriadi.
Pernyataan tersebut mencerminkan kritik internal yang dikemas secara organisatoris. PDIP Kabupaten Blitar menilai evaluasi kinerja PAC penting agar struktur partai tetap responsif dan mampu menjawab tantangan politik di tingkat akar rumput. Namun demikian, proses peremajaan tetap dilakukan melalui mekanisme kolektif dan musyawarah.
Supriadi menjelaskan bahwa Musancab juga menjadi forum penjaringan dan pengusulan nama-nama calon pengurus PAC.
“Tapi kita lihat, karena Musancab sesuai aturan yang berlaku di partai, itu nanti termasuk salah satu pengusulan nama-nama calon pengurus PAC,” katanya.
Ia menegaskan bahwa yang dibahas bukan hanya posisi ketua, melainkan seluruh struktur kepengurusan.
“Semuanya, pengurus semua, mulai ketua sampai wakil bidang dan sebagainya,” jelas Supriadi.
Meski mendorong regenerasi, PDIP tetap membuka peluang bagi kader lama yang dinilai masih memiliki kinerja dan kapasitas.
“Memang tidak menutup kemungkinan juga pengurus-pengurus lama masih bisa diusulkan kembali,” kata Supriadi.
Bagi DPC PDIP Kabupaten Blitar, Musancab menjadi ruang menyeimbangkan regenerasi dan kesinambungan organisasi. Kader muda didorong untuk tampil, sementara pengalaman kader lama tetap dihargai dalam kerangka kebutuhan partai.
Target akhir dari proses ini, lanjut Supriadi, adalah memperkuat soliditas internal menjelang agenda politik lima tahunan.
“Kalau target, ya sesuai dengan cita-cita partai. Kita mensolidkan barisan, menata pengurus yang lebih baik lagi ke depan untuk menyongsong pemilu yang akan datang,” kata Supriadi yang juga menjabat Ketua DPRD Kabupaten Blitar.
Supriadi yang akrab disapa Pak Kuwat itu menambahkan bahwa kesiapan struktur hingga tingkat PAC menjadi fondasi utama bagi kinerja politik partai.
“Target kita yang namanya di politik dan sebagainya, kita bisa memenangkan di setiap event pemilihan. Mulai dari Pilkada, Pileg, Pilpres, dan sebagainya,” pungkasnya.
Melalui Musancab, PDIP Kabupaten Blitar berupaya memastikan bahwa evaluasi dan peremajaan kader tidak dipandang sebagai konflik internal, melainkan sebagai proses organisasi yang wajar dan perlu. Dengan pendekatan tersebut, partai ingin menjaga ritme kerja tetap dinamis sekaligus memastikan mesin politik di tingkat kecamatan bergerak lebih aktif dan efektif.





