Walikota Mas Ibin Gaspol Setahun, Blitar Bergerak Cepat Benahi Layanan dan Tarik Investasi

Walikota Mas Ibin Gaspol Setahun, Blitar Bergerak Cepat Benahi Layanan dan Tarik Investasi
Walikota Blitar Mas Ibin (tengah) membuka event balapan drag race di Kota Blitar pada 2026.

Daily Dose Indonesia – Satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin menilai capaian Pemerintah Kota Blitar menunjukkan arah percepatan, terutama dalam sektor layanan publik dan pembukaan ruang investasi.

Ia menyampaikan bahwa dalam setahun terakhir terdapat sejumlah program baru yang sebelumnya belum pernah ada.

Bacaan Lainnya

“Capaian-capaian pemerintah kota Blitar di satu tahun terakhir ini cukup banyak. Ada beberapa hal yang tadinya mungkin tidak ada menjadi ada di awal-awal pemerintahan kami,” ujarnya.

Salah satu program yang langsung dirasakan masyarakat adalah penyediaan mobil jenazah di tiga kecamatan. Selain itu, Pemkot juga meluncurkan program hantaran pernikahan berupa fasilitas mobil pengantin sekaligus bulan madu menginap di hotel.

Mas Ibin juga mendorong peningkatan kesehatan dan ekonomi masyarakat melalui Car Free Day serta pembenahan tata kelola pemerintahan yang transparan dan profesional dengan titik tekan pada pelayanan publik.

Transformasi Layanan Publik dan Digitalisasi

Fokus besar diarahkan pada peningkatan pelayanan Rumah Sakit Mardi Waluyo. Ia menyebut sistem antrean online mengalami lonjakan signifikan.

“Yang kemarin disampaikan ke saya yang melakukan antrian online dari di awal bulan Juni itu 20 persen, sekarang sudah 90 persen teknologi dan online dalam antrian rumah sakit,” jelasnya.

Ia juga memastikan pelayanan lebih cepat dan terintegrasi. Pasien yang selesai berobat kini langsung menerima obat tanpa harus mengantre ulang.

“Kesesuaian antara berobat, mendapatkan obat, dan kemudian mendapatkan layanan dengan cepat sehingga pulang sudah membawa obat, tidak lagi antri obat seperti yang sudah-sudah,” tegasnya.

Standarisasi layanan akan terus dilakukan. Pemkot berkomitmen meng-upgrade sumber daya manusia agar pelayanan semakin cepat dan kompeten.

Perbaikan ruang publik juga menjadi perhatian. Perpustakaan yang sebelumnya sepi kini dimodifikasi dengan konsep kafe literasi sehingga lebih nyaman dan ramai dikunjungi. Aktivitas ekonomi kota juga terlihat meningkat.

“Sekarang kami lihat juga kalau malam, kalau sore kota Blitar sudah lumayan ramai bahkan toko-toko, warung-warung sudah mulai buka sampai larut malam. Bahkan dinihari sudah banyak dan masyarakat merasa nyaman, aman dan bertambah tertib,” katanya.

Regulasi Direvisi, Investasi Dibuka

Di sektor regulasi, Pemkot berhasil menetapkan Perda RTRW yang memungkinkan pembangunan hingga 20 lantai. Hal ini membuka peluang percepatan investasi dan pembangunan vertikal.

Namun ia mengakui masih ada perda yang perlu direvisi, terutama terkait pajak dan retribusi. Salah satunya soal tarif parkir event yang saat ini bisa mencapai Rp5.000.

“Kita menginginkan tarifnya nanti kembali normal, tidak ada tarif event. Jadi tarifnya menjadi tarif normal sehingga tidak membebani masyarakat, normalnya yaitu di 2.000 motor dan 3.000 mobil,” jelasnya.

Pemkot juga merencanakan sistem parkir terintegrasi berbasis e-money. Kendala muncul karena definisi parkir umum dalam perda masih terbatas pada titik tertentu sehingga perlu revisi aturan.

Selain itu, perda terkait pasar modern juga menjadi sorotan. Saat ini terdapat pembatasan brand asing, sementara regulasi nasional melalui Undang-Undang Cipta Kerja tidak lagi membatasi investasi.

“Sesungguhnya perda kita bertentangan dengan Undang-Undang,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong DPRD segera membahas revisi regulasi agar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi.

Program Pusat dan Proyek Strategis 2026

Memasuki 2026, Pemkot mendapatkan program pusat berupa Sekolah Rakyat serta implementasi makan siang bergizi yang telah menjangkau sekitar 70 hingga 80 persen.

Di sektor pariwisata, Pemkot akan membangun wisata buatan di Joko Pangon, merevitalisasi Sumber Udel, serta mengupayakan bus wisata dan mobil wisata agar destinasi terintegrasi.

Ia juga berharap pembangunan Museum PETA bisa kembali masuk prioritas pendanaan nasional setelah sebelumnya Perpres terkait dianulir.

Sektor olahraga turut menjadi perhatian. Pemkot berencana merevitalisasi Sirkuit Sentul menjadi Sirkuit Bung Karno.

“Kalau Surabaya punya Gelora Bung Tomo, jadi kalau kita mungkin punya sirkuit Bung Karno. Kalau Surabaya bisa sirkuit Jawa Utara, kita nanti punya sirkuit Jawa Selatan,” ujarnya.

Sirkuit ini diharapkan mengurangi balap liar sekaligus membuka potensi PAD melalui event balap profesional.

Penguatan ekonomi juga dilakukan melalui rintisan BTC untuk mendorong perdagangan antar daerah, antar pulau, hingga ekspor. Beberapa pasar akan direhabilitasi dan didesain ulang agar lebih maksimal sebagai pusat perdagangan dan kreativitas.

Pemkot juga menargetkan penyelesaian persoalan genangan dan banjir di sejumlah titik seperti Sumber Udel, Koplakan, Bendo, Plosokerep, Rembang, serta Karangsari.

Penanganan sampah menjadi prioritas dengan revitalisasi TPS dan pengadaan mesin incinerator jika regulasi memungkinkan.

Mas Ibin mengapresiasi kinerja seluruh OPD yang membawa Kota Blitar meraih berbagai penghargaan nasional, termasuk Adipura.

“Kota Blitar banyak sekali mendapatkan penghargaan. Bahkan besok saya diundang kementerian untuk mendapatkan penghargaan juga,” katanya.

Ia menegaskan capaian ini harus menjadi pemacu untuk terus berbenah.

“Kita terus berprestasi, terus berbenah, terus belajar supaya ke depan pemerintahan ini lebih baik lagi, lebih bagus lagi dan dipercaya masyarakat dan dapat memfasilitasi masyarakat cita-cita harapan dan keinginan masyarakat kota Blitar untuk menjadi daerah yang maju, yang sejahtera menuju kota masa depan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *