Daily Dose Indonesia – Lenovo kembali mencuri perhatian dengan menghadirkan konsep laptop Thinkpad terbaru—Project Pivo—yang memiliki kemampuan layar dapat diputar 90 derajat untuk mengubah orientasi antara mode lanskap (horizontal) dan potret (vertikal). Bocoran gambar konsep ini telah beredar sebelum peluncuran resminya di ajang IFA yang digelar September mendatang.
Desain rotasi layar ini memungkinkan layar dilepas dengan mudah dan diputar, lalu dipasang kembali secara magnetis ke pangkalan laptop. Power dan data kemungkinan ditransfer melalui kontak di bagian belakang layar.
Saat ini, Project Pivo masih berstatus konsep. Lenovo mungkin hanya memamerkannya sebagai prototipe di IFA, tanpa kepastian bahwa model ini akan masuk ke pasar konsumen. Namun, jika melihat riwayat ThinkBook Plus Gen 6 Rollable—yang awalnya juga baru konsep, kemudian dirilis sekitar setahun setelahnya—ada kemungkinan konsep ini akan tersedia secara komersial di masa depan.
Kelebihan & Kenyamanan Memiliki Layar yang Bisa Diputar
New ThinkPad Design
1. Fleksibilitas Orientasi untuk Berbagai Kebutuhan
Mode potret (vertical) sangat ideal untuk membaca dokumen panjang, menulis teks, atau melihat tampilan konten mobile seperti media sosial atau aplikasi yang umumnya dirancang dalam orientasi vertikal.
2. Produktivitas Lebih Tinggi & Ergonomi yang Ditingkatkan
Bagi developer atau content creator, beralih ke tampilan vertikal mempermudah penulisan kode, membaca dokumen panjang, atau melihat alur aplikasi mobile secara lebih natural dan ergonomis.
3. Mudah Disesuaikan & Aman
Konektivitas magnetis membuat layar mudah dilepas dan diputar—yang tidak hanya praktis, tetapi juga memberikan fleksibilitas penggunaan tanpa khawatir merusak sambungan kabel.
4. Potensi Evolusi dari Konsep ke Produk Nyata
Seperti ThinkBook Plus Gen 6 Rollable, yang awalnya muncul sebagai konsep dan akhirnya dirilis secara komersial, Project Pivo berpeluang mengikuti jejak tersebut—menjadikan inovasi ini bukan sekadar gimmick.
Dengan Project Pivo, Lenovo memperlihatkan ambisinya mengeksplorasi batas desain laptop—menawarkan kombinasi antara fleksibilitas penggunaan dan potensi ergonomis yang tinggi. Meskipun saat ini masih sekadar konsep, inovasi seperti ini membuktikan betapa luasnya kemungkinan dalam dunia teknologi laptop masa depan.
Nantikan informasi lebih lanjut dari IFA—siapa tahu Project Pivo benar-benar direalisasikan. Kalau kamu ingin tahu lebih jauh soal fungsionalitas praktis lainnya atau perbandingan produk laptop inovatif lain, tinggal bilang saja, aku siap bantu!