Daily Dose Indonesia — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar memastikan bahwa program pelatihan kerja bersumber Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tetap berlanjut pada 2026, meski terjadi efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Fokus pelatihan tahun depan diarahkan pada sektor yang mendukung program prioritas nasional, seperti ketahanan pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan ekonomi kreatif.
Kabid Pelatihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Latprotrans) Disnaker Kabupaten Blitar, Latip Usman, menjelaskan bahwa pihaknya tetap mendapat alokasi pelatihan dari DBHCHT walau jumlah paket berkurang.
“Jadi meskipun tahun depan ada efisiensi kita masih mendapat dukungan kegiatan pelatihan, jadi tetap mendapat alokasi untuk pelatihan dari DBHCHT. Dari sisi kuantitas berkurang dari sebelumnya itu 8 paket, tahun depan direncanakan 4 paket,” jelas Latip Usman saat ditemui di kantornya, Senin (17/11/2025).
Latip menambahkan bahwa sasaran peserta pelatihan di tahun mendatang tidak berubah dan tetap mengikuti aturan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK). “Jadi sesuai PMK, nanti sasarannya secara berurutan, yang pertama nanti petani tembakau cengkeh, kemudian korban PHK dan pabrik rokok, yang terakhir masyarakat lainnya,” terangnya.
Fokus Pelatihan 2026: MBG, Alsintan, dan Ekonomi Kreatif
Disnaker Kabupaten Blitar menyesuaikan jenis pelatihan dengan arah program nasional. Latip mengungkapkan bahwa beberapa skema pelatihan telah diajukan agar selaras dengan kebutuhan daerah dan prioritas pemerintah pusat.
“Tahun depan ini masih kemarin kita ajukan beberapa skema yang sifatnya mendukung program-program prioritas nasional di daerah yakni ketahanan pangan, MBG, dan ekonomi kreatif. Yang kami ajukan misalkan operator untuk alat berat pertanian atau alsintan, kemudian juru masak MBG, dan yang dua ini masih kita bahas dengan beberapa OPD terkait untuk memastikan dua yang akan kita ajukan nanti,” jelasnya.
Dengan fokus tersebut, pelatihan diharapkan mampu menyuplai tenaga terampil untuk mendukung pelaksanaan program besar seperti Makan Bergizi Gratis dan penguatan sektor pangan daerah. Juru masak MBG bersertifikat, operator alat pertanian bersertifikat dan digital marketing bersertifikan, menjadi harapan hasil dari pelatihan di 2026.
Tetap Dilengkapi Sertifikasi BNSP dan Magang
Latip memastikan bahwa meski jumlah paket pelatihan berkurang, kualitas proses tetap dipertahankan. Peserta tidak hanya mengikuti pelatihan teknis, tetapi juga memperoleh sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), magang, hingga pendampingan kerja atau wirausaha.
“Tetap, jadi kita setiap pelatihan ada 4 tahapan tahun depan yaitu pelatihan sendiri, kemudian sertifikasi BNSP, kemudian magang, yang terakhir pendampingan kerja atau wirausaha,” ujarnya.
Dengan skema pelatihan yang lebih terarah ini, Disnaker Kabupaten Blitar berharap lulusan nantinya memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja serta mampu mendukung visi pembangunan daerah yang sejalan dengan arah kebijakan nasional.





