Daily Dose Indonesia – Di usia yang baru menginjak 5 tahun, Fiona Nuraisya Almahyra telah menunjukkan bakat yang tidak hanya tumbuh di atas panggung modelling, tetapi juga dalam seni tari dan berbagai bidang yang dipelajarinya sejak usia dini.
Anak asal Banjarmasin ini mulai mengenal dunia modelling sejak usia 4 tahun. Sejak saat itu, Fiona beberapa kali mengikuti ajang fashion show dan berhasil meraih juara dalam sejumlah perlombaan di tingkat kota maupun daerah.
Perkembangan bakat Fiona juga terlihat ketika ia tampil pada Kamis (3/9/2026) dengan membawakan Tari Kreasi Dayak “Flying High”. Tarian tersebut menjadi salah satu bentuk penampilan yang menunjukkan keberanian, kelincahan, keceriaan, sekaligus rasa bangga terhadap budaya daerah.
Melalui gerakan yang terinspirasi dari tari Dayak dan diiringi lagu Flying High, Fiona bersama penampil lainnya membawa pesan tentang semangat dan kebersamaan anak-anak dalam mengenal, mencintai, serta melestarikan budaya Dayak dengan penuh sukacita.
Kemampuan Fiona dalam mempelajari berbagai hal menjadi salah satu hal yang membuat perkembangannya menarik. Fiona dikenal memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan mudah menerima pembelajaran baru. Selain modelling, ia juga mampu belajar menari dan menyanyi dengan cepat.
Bakat tersebut terus mendapat dukungan dari sang ibu, Ika Kusuma Wardani. Dukungan diberikan agar kemampuan Fiona tidak berhenti pada perlombaan di tingkat lokal, tetapi terus berkembang melalui pengalaman dan pembelajaran yang lebih luas.
Untuk mengasah kemampuan putrinya, Ika kemudian mulai mengikutsertakan Fiona dalam ajang yang memiliki cakupan lebih besar, termasuk perlombaan tingkat nasional.

Langkah tersebut membawa Fiona bersama The One Management, agensi yang menaunginya, menuju Festival Etnik Model Indonesia yang digelar di Gedung Usmar Ismail, Jakarta Pusat.
Sebelum berangkat ke Jakarta, Fiona juga telah melakukan silaturahmi untuk meminta doa restu dan dukungan kepada Wali Kota Banjarmasin serta Dinas Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin. Dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Fiona ketika membawa nama daerah kelahirannya dalam ajang tingkat nasional.
Keikutsertaan dalam Festival Etnik Model Indonesia bukan menjadi akhir perjalanan bagi Fiona. Justru, ajang tersebut menjadi salah satu tahapan untuk memberinya pengalaman baru sekaligus memperluas ruang bagi bakat yang terus berkembang.
Ke depan, Fiona diharapkan terus mengasah kemampuannya dengan mengikuti berbagai perlombaan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Setiap panggung yang diikutinya menjadi kesempatan bagi Fiona untuk belajar, menambah pengalaman, dan semakin percaya diri menunjukkan bakatnya.
Di usianya yang masih sangat belia, perjalanan model cilik Fiona Nuraisya Almahyra menunjukkan bahwa bakat anak dapat tumbuh ketika mendapatkan ruang untuk belajar, mencoba, dan berkembang. Dari panggung fashion show hingga seni tari, Fiona kini mulai melangkah lebih jauh dengan membawa semangat untuk mengharumkan nama Banjarmasin.
Baca Juga:





