Daily Dose Indonesia — Pengurus Besar Ju-Jitsu Indonesia (PBJI) Kota Blitar resmi memasuki babak kepemimpinan baru yang tetap berakar pada kesinambungan. Ardan Abadan Malik B.P., S.Sos., M.A.P. kembali dipercaya memimpin PBJI Kota Blitar untuk periode 2026–2030 setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kota (Muskot) PBJI Kota Blitar ke-2 yang digelar pada Jumat, 2 Januari 2026.
Pemilihan secara aklamasi tersebut mencerminkan kepercayaan penuh dari seluruh peserta Muskot terhadap kepemimpinan Ardan. Forum yang dihadiri jajaran pengurus, pelatih, atlet, serta siswa Ju-Jitsu Kota Blitar itu berlangsung demokratis dan penuh suasana kekeluargaan. Ketua Umum PBJI Provinsi Jawa Timur beserta jajaran juga hadir menyaksikan jalannya musyawarah, menandai legitimasi organisasi atas kepemimpinan periode kedua ini.
Dalam sambutannya, Ardan menyampaikan apresiasi atas amanah yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa periode kedua bukan sekadar kelanjutan struktural, melainkan fase konsolidasi untuk memperkuat fondasi organisasi, khususnya pada sektor pembinaan atlet yang berkelanjutan.
“Kepercayaan ini menjadi tanggung jawab besar. Fokus kami ke depan bukan sekadar mengejar prestasi sesaat, tetapi membangun sistem pembinaan atlet yang berjalan rutin, terukur, dan berjenjang,” ujar Ardan.
Konsolidasi Organisasi dan Evaluasi Pembinaan
Muskot PBJI Kota Blitar ke-2 tidak hanya menjadi forum pemilihan ketua umum, tetapi juga ajang evaluasi menyeluruh terhadap arah pembinaan Ju-Jitsu di Kota Blitar. Sejumlah pelatih dan atlet menyampaikan masukan terkait pola latihan, regenerasi atlet, serta kesiapan menghadapi kejuaraan di level regional maupun provinsi.
Dalam forum tersebut, Ardan menekankan bahwa tantangan utama PBJI Kota Blitar adalah menjaga kesinambungan pembinaan. Ia menilai, tanpa sistem yang tertata, prestasi akan mudah terputus di satu generasi dan sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
“Yang ingin kami benahi pertama adalah sistem latihannya. Pembinaan atlet harus berjalan konsisten, dari usia dini hingga senior. Dengan begitu, prestasi tidak berhenti di satu angkatan saja,” katanya.
Sebagai bagian dari konsolidasi, kepengurusan periode 2026–2030 diarahkan untuk memperkuat koordinasi antara pengurus, pelatih, dan atlet. Penataan ini dinilai penting agar setiap program pembinaan memiliki arah yang jelas dan target yang terukur.
Dorong Jam Tanding dan Kesiapan Kompetisi
Selain penguatan latihan, Ardan menegaskan pentingnya meningkatkan jam tanding dan try out bagi atlet. Menurutnya, kesiapan menghadapi kompetisi tidak cukup dibangun melalui latihan rutin, tetapi juga melalui pengalaman bertanding yang berkelanjutan.
“Kalau ingin atlet siap di level provinsi, mereka harus sering bertanding. Jam tanding itu penting untuk membentuk mental dan daya juang atlet,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa PBJI Kota Blitar akan mempersiapkan atlet secara serius menghadapi agenda besar seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Targetnya bukan hanya partisipasi, tetapi juga menorehkan prestasi yang membawa nama Kota Blitar di tingkat Jawa Timur.
Cabor Baru dengan Potensi Besar
Ardan tidak menutup mata terhadap tantangan yang masih dihadapi Ju-Jitsu di Kota Blitar. Ia mengakui bahwa cabang olahraga ini tergolong baru, mulai dikenalkan secara aktif sejak 2022. Kondisi tersebut membuat PBJI sempat mengalami kesulitan dalam merekrut siswa dan memperluas basis atlet.
“Ju-Jitsu di Kota Blitar ini relatif baru. Di awal memang belum banyak yang mengenal. Tapi sekarang perlahan masyarakat mulai tahu, dan jumlah yang bergabung juga terus bertambah,” jelasnya.
Meski masih berkembang, potensi Ju-Jitsu Kota Blitar dinilai sangat menjanjikan. Hal ini dibuktikan dengan raihan medali dan gelar juara dalam sejumlah kejuaraan terbuka maupun pertandingan di luar daerah. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk menatap kompetisi yang lebih besar.
Sinergi dengan KONI dan Pemkot
Ardan juga menyoroti kuatnya dukungan dari pemerintah daerah dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar. Sejak awal pembentukan PBJI Kota Blitar, sinergi antara organisasi cabang olahraga, KONI, dan pemerintah daerah berjalan cukup solid.
Dukungan itu semakin terasa ketika Kota Blitar dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi Jawa Timur pada 2024. Ajang tersebut menjadi momentum penting untuk menjaring atlet-atlet potensial dari seluruh Jawa Timur sekaligus memacu peningkatan kualitas atlet lokal.
“Sinergi dengan KONI dan Pemkot sangat baik. Ini menjadi kekuatan kami untuk terus mengembangkan Ju-Jitsu di Kota Blitar,” kata Ardan.
Menatap Periode Kedua dengan Fokus Substansi
Dengan kembali terpilihnya Ardan Abadan Malik sebagai ketua umum, PBJI Kota Blitar menatap periode 2026–2030 dengan fokus yang lebih tajam pada substansi pembinaan. Kepemimpinan periode kedua ini diharapkan menjadi fase pematangan organisasi, bukan hanya dalam struktur, tetapi juga dalam kualitas atlet dan sistem pembinaan.
Ardan menegaskan bahwa seluruh program ke depan akan diarahkan pada penguatan fondasi jangka panjang. Baginya, prestasi adalah hasil dari proses yang konsisten, bukan tujuan instan.
“Target kami jelas, membangun PBJI Kota Blitar yang kuat secara organisasi dan matang secara pembinaan. Dari situ, prestasi akan mengikuti,” pungkasnya.





