Daily Dose Indonesia – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Blitar terbukti memberikan dampak nyata bagi produktivitas pertanian tembakau. Hal ini disampaikan Koordinator Sumber Daya Alam (SDA) Biro Perekonomian Setda Provinsi Jatim, Nurhayati, saat memberikan keterangan pada Rabu (19/11/2025).
Monitoring lapangan dilakukan langsung oleh tim provinsi di Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro — salah satu titik lokasi pembangunan yang dibiayai DBHCHT. Hasilnya, seluruh program berjalan sesuai rencana dan telah dimanfaatkan oleh kelompok tani.
Program DBHCHT Terbukti Tepat Sasaran
Menurut Nurhayati, semua fasilitas yang dibangun melalui DBHCHT 2025 telah dipakai secara optimal oleh petani.
“Alhamdulillah, apa yang sudah kami targetkan bersama petani melalui dana DBHCHT sudah dimanfaatkan dengan baik. Tidak ada penyimpangan atau penyalahgunaan. Semuanya berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Ia merinci bahwa program yang dikerjakan tahun ini meliputi:
-
Pembangunan gudang tembakau (Rp 374 juta)
-
Pembangunan saluran irigasi (Rp 150 juta)
-
Fasilitas pengering tembakau (Rp 135 juta)
Semua bangunan telah selesai dan siap mendukung kegiatan petani tembakau dari proses tanam hingga pascapanen.
“Seluruh fasilitas ini dibangun berdasarkan kebutuhan petani. Karena itu pemanfaatannya langsung terasa,” tambahnya.
Irigasi Sudah Mengalir, Petani Merasakan Dampak Langsung
Salah satu pembangunan yang disorot adalah saluran irigasi sepanjang 226 meter di Mandesan. Kondisinya sudah berfungsi dan mulai mengairi lahan-lahan tembakau.
Slamet, petani tembakau yang hadir saat monitoring, menyampaikan bahwa dampaknya sangat signifikan bagi kelompoknya.
“Pekerjaannya dilakukan secara swakelola dengan anggaran Rp 150 juta. Swakelola itu supaya hasilnya lebih bagus dan awet. Kami bersyukur bantuan ini sangat bermanfaat bagi kelompok tani,” tuturnya.
Dengan irigasi yang memadai, petani tidak lagi kesulitan mengatur kebutuhan air, terutama saat memasuki masa tanam.
Gudang dan Pengering Tembakau Dongkrak Kualitas Hasil Panen
Selain irigasi, keberadaan gudang tembakau dan pengering modern dinilai mampu meningkatkan kualitas produksi petani Blitar.
Gudang memberi ruang penyimpanan lebih layak sehingga daun tembakau tidak cepat rusak. Sementara itu, fasilitas pengering memungkinkan proses pengolahan dilakukan lebih efisien dan seragam.
“Dengan adanya fasilitas ini, kualitas tembakau Blitar akan semakin bersaing,” ujar Nurhayati.
Blitar Jadi Salah Satu Daerah Terbaik Pengelola DBHCHT
Nurhayati menegaskan bahwa selama ini Kabupaten Blitar termasuk daerah yang paling tertib dan berhasil menjalankan program DBHCHT di Jawa Timur.
“Kabupaten Blitar termasuk salah satu daerah penerima DBHCHT yang dinilai sukses dalam pengelolaan dan realisasi program. Tidak ada kendala berarti di lapangan, dan petani memanfaatkan dana sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa laporan monitoring akan dibawa ke rapat evaluasi provinsi untuk penyempurnaan program di tahun berikutnya.
DBHCHT Tahun Depan Turun, Blitar Tetap Diapresiasi
Meski demikian, Nurhayati menyebut bahwa alokasi DBHCHT 2026 dipastikan turun sekitar 50 persen, bukan hanya untuk Blitar tetapi seluruh Jawa Timur.
“Kalau tambahan bantuan belum ada, karena dana DBHCHT tahun depan turun sekitar 50 persen,” katanya.
Namun, ia menegaskan bahwa penurunan anggaran tidak memengaruhi apresiasi provinsi terhadap kinerja Pemkab Blitar.
“Insyaallah nanti akan kami evaluasi bersama. Kalau ada hal yang perlu diperbaiki tentu akan kami benahi. Tapi sejauh ini semuanya baik,” ujarnya menutup keterangan.





