Daily Dose Indonesia — Pemerintah Kota Blitar memasuki fase penting perjalanan pembangunannya dengan dimulainya sosialisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Bertempat di Aula PGSD Kota Blitar, Wali Kota Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin menegaskan bahwa lima tahun ke depan akan menjadi masa adaptasi besar, penyusunan ulang arah pembangunan, dan penataan struktur anggaran agar Kota Blitar mampu bertahan menghadapi tekanan fiskal nasional.
Dalam agenda sosialisasi tersebut, Mas Ibin menyampaikan bahwa RPJMD baru ini disusun dengan harapan besar, namun harus menyesuaikan realitas keuangan daerah. Ia menegaskan bahwa pemotongan anggaran dari pusat menjadi tantangan terberat yang dihadapi pemerintah kota tahun depan.
“Tantangan RPJMD kita ini lumayan berat, tapi saya di tahun pertama RPJMD ini tetap kita akan optimis ya dengan tata kelola baru merubah struktur APBD yang ada untuk memenuhi RPJMD,” ujarnya.
Mas Ibin menekankan bahwa keinginan dan target pembangunan Kota Blitar dalam RPJMD sangat besar, namun beberapa rencana harus direkonstruksi ulang karena anggaran pusat yang mengecil. “Memang kita mempunyai asumsi-asumsi atau mempunyai keinginan yang sangat besar, yang sangat banyak tentang pembangunan Kota Blitar. Tapi memang di 2026 ini tantangannya besar karena pemotongan anggaran dari pusat yang begitu besar,” tuturnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Efisiensi anggaran di setiap lini akan dilakukan untuk memastikan fokus pembangunan tidak hilang arah. “Maka dari itu kita harus merekonstruksi ulang RPJMD kita, atau apa namanya sasaran ataupun tujuan-tujuan pembangunan kita,” lanjutnya.
Arah Baru yang Tetap Menyentuh Warga
Dalam sesi tersebut, Mas Ibin juga menjelaskan bahwa perubahan-perubahan penting dalam APBD 2026 akan disosialisasikan ke masyarakat hingga tingkat RT dan RW. Baginya, keterbukaan informasi wajib dilakukan agar publik memahami alasan beberapa program dikurangi atau dialihkan.
“Sehingga masyarakat nanti tidak kaget ya ketika terjadi pola model antara 2025 menjadi 2026 karena akibat daripada penyesuaian anggaran,” ucapnya.
Yang menarik, di tengah situasi fiskal yang berat, Kota Blitar justru terus mendapat dukungan program stimulan dari pusat, termasuk program makan siang bergizi gratis (MBG). “Yang utama adalah makan siang bergizi sudah di angka 60% ya yang Kota Blitar, jadi hampir 60% sasaran itu di Kota Blitar sudah mendapatkan makan siang bergizi,” jelasnya.
Selain itu, pembangunan Koperasi Merah Putih juga telah berjalan di seluruh kelurahan, dan pemerintah bersiap mengembangkan “Sekolah Rakyat”—sekolah berstandar internasional yang dikhususkan bagi warga miskin. Menurut Mas Ibin, ini adalah contoh bagaimana visi RPJMD tetap dirancang untuk memberikan akses keadilan dan kesempatan kepada seluruh warga.
“Koperasi Merah Putih sudah mulai dibangun di masing-masing kelurahan di 21 kelurahan. Dan kita juga persiapan akan membangun sekolah rakyat ya, sekolah internasional yang nanti diperuntukkan oleh warga miskin,” bebernya.
Mas Ibin optimistis bahwa ekonomi Kota Blitar akan tetap bergerak meski anggaran terpangkas. “Saya kira insya Allah ekonomi tetap baik-baik saja dan terus meningkat dan bertumbuh untuk Kota Blitar,” pungkasnya.
Dukungan Publik Jadi Kunci Suksesnya RPJMD
Kepala Bapperida Kota Blitar, Tri Iman Prasetyo, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa RPJMD adalah produk bersama antara pemerintah dan masyarakat. Proses penyusunannya dilakukan sejak tahap teknokratik hingga musrenbang, melibatkan berbagai unsur seperti organisasi pemuda, organisasi perempuan, perbankan, instansi vertikal, akademisi dan media.
“Mensosialisasikan RPJMD atau rencana pembangunan jangka menengah daerah tahun 2025–2029 ini adalah pertanggungjawaban pemerintah kota… karena pada waktu penyusunan kami mengajak masyarakat mulai dari perencanaan teknokratiknya, konsultasi publik, sampai musrenbangnya,” jelas Tri Iman.
Ia menegaskan bahwa RPJMD bukan sekadar rencana kepala daerah, tetapi kini telah menjadi visi misi daerah yang wajib dilaksanakan oleh seluruh jajaran pemerintahan. “Kalau dulu visi misi calon kepala daerah atau walikota, dengan sekarang ini sudah ditetapkan dengan perdanya, maka menjadi visi misi daerah yang harus dilakukan oleh Walikota dan seluruh jajaran,” ujarnya.
Tri Iman memastikan bahwa sosialisasi akan terus berlangsung dalam berbagai agenda perencanaan seperti RKPD dan musrenbang. Ia menekankan bahwa keberhasilan RPJMD sangat bergantung pada dukungan penuh dari semua elemen masyarakat.
Dengan dimulainya sosialisasi RPJMD 2025–2029, Pemerintah Kota Blitar menegaskan bahwa arah baru pembangunan telah resmi dimulai. Di tengah tekanan anggaran, visi jangka panjang Mas Ibin disiapkan untuk memastikan bahwa Kota Blitar tetap tumbuh, tetap inklusif, dan tetap menempatkan masyarakat sebagai pusat pembangunan.





