Daily Dose Indonesia – Pemerintah Kota Blitar terus memperbaiki layanan kesehatan melalui pembenahan di RSUD Mardi Waluyo. Walikota Blitar, Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin, menegaskan langkah ini sebagai prioritas utama.
Mas Ibin menyampaikan, peningkatan jumlah kunjungan pasien dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan adanya kepercayaan publik yang membaik. “Naiknya kunjungan pasien ini berdasarkan laporan manajemen rumah sakit, bukan karena banyak penyakit ya. Tapi mungkin pengaruhnya juga manajemen dan rumah sakit sekarang mulai berbenah untuk perbaikan segala lini,” ungkapnya.
Ia menekankan perbaikan dilakukan menyeluruh. “Saya minimal seminggu sekali ya berkantor memastikan perbaikan di segala lini. Di manajemen, tata kelola keuangan, terus kemudian tata kelola pelayanan,” ujar Mas Ibin.
Perbaikan Layanan Bertahap, PAK Dapat Tambahan
Menurutnya, proses transformasi memang tidak bisa instan. “Semuanya kita berharap ada perbaikan. Suatu pelayanan pemerintah rumah sakit itu tidak berjalan cepat, akan tetapi step by step ya sedikit demi sedikit,” jelasnya.
Ia menambahkan, perubahan tampilan rumah sakit juga tengah diajukan. Yaitu melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Tahun 2025. “Nanti ini sedang kita ajukan yang PAK ini untuk merubah wajah depan ya pengecatan dan depan juga kita ingin berubah,” ucapnya.
Tidak hanya itu, layanan farmasi juga menjadi perhatian. “Kami juga nanti akan mulai mengevaluasi ketepatan dan kecepatan dalam pelayanan pemberian obat. Demikian juga kami akan mulai melihat semua tenaga supaya melayani dengan cepat juga dengan ramah,” kata Mas Ibin.
Mas Ibin berharap, seluruh pasien maupun keluarga bisa merasakan pelayanan yang baik. Ia menilai budaya kerja ini harus diperbaiki secara berkesinambungan. “Intinya bahwa baik dari sistem tata kelola ataupun manajemen maupun sistem pelayanannya akan kita perbaiki sedikit dan sedikit,” katanya.
Lebih jauh, Pemkot Blitar juga menargetkan peningkatan kelas RSUD Mardi Waluyo dengan dukungan pemerintah pusat. “Mudah-mudahan karena kita juga mengajukan untuk perbaikan rumah sakit ke pusat kemudian pemerintah pusat juga akan menurunkan di tahun 2026. Kami berharap punya rumah sakit yang tipenya atau kelasnya juga naik,” ujar Mas Ibin.
Rencana Promosi
Ia menegaskan komitmen penuh terhadap peningkatan kualitas RSUD Mardi Waluyo sebagai rujukan masyarakat. “RSUD Mardi Waluyo itu rumah sakit pemerintah dan ikon daerah. Maka insya Allah kami sangat concern untuk bagaimana masyarakat menjadi rujukan di wilayah sini,” jelasnya.
Mas Ibin juga menyampaikan tantangan tersisa adalah memperluas kepercayaan publik. “Tetap bagaimana cara kita juga mengenalkan kepada masyarakat yang belum pernah ke Mardi Waluyo, itu tantangan kita,” ujarnya.
Ia menutup dengan menekankan strategi promosi yang dilakukan setelah pembenahan manajemen tuntas. “Setelah nanti rapi semuanya sudah settle baru kita promosi, semacam mengajak kepada masyarakat kalau ada kendala di bidang kesehatan datang ke Mardi Waluyo,” pungkasnya.