Daily Dose Indonesia — Suasana penuh tawa dan keceriaan tampak di depan Kantor Kelurahan Blitar pada Sabtu (8/11/2025) pagi. Ratusan warga berkumpul untuk mengikuti kegiatan Mancing Bersama Mas Ibin yang digelar Pemerintah Kota Blitar. Di saluran air yang sengaja dibendung dan diisi ikan nila, lele, hingga gurame, masyarakat berbaur menikmati akhir pekan dengan cara sederhana namun penuh makna.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, yang akrab disapa Mas Ibin, turut hadir dan ikut memancing bersama warga. Dengan pakaian santai, ia terlihat bercengkerama dengan masyarakat sembari melempar kail. “Iya, saya ikut mincing, tapi belum dapat ikan. Maklum cara-cara memancing sudah agak lupa dulu mancingnya,” ujarnya sambil tertawa.
Mas Ibin bercerita bahwa saat kecil ia sering memancing menggunakan tongkat bambu dan kerap mendapat ikan. Namun kini, katanya, alat pancing yang digunakan sudah jauh lebih canggih.
“Dulu saya kecil tongkat pancing pakai bambu sering dapat, tapi sekarang sudah bagus-bagus itu, makanya ikannya sungkan gak mau makan. Mungkin kebagusan tongkat pancingnya ikannya jadi gak mau makan umpan saya, haha,” lanjutnya sambil bercanda di tengah riuh tawa warga.
Ia juga sempat menyinggung momen lucu ketika beberapa warga yang memancing di dekatnya punya cara tersendiri untuk memastikan hasil tangkapan.
“Tadi ada yang pinter di dekat saya itu pancingnya banyak, jadi kalau tidak kena ikannya diciduk pakai pancing. Itulah fenomena pemancingan kita, yang penting masyarakat senang, happy, ada aktivitas di hari libur,” ujarnya.
Selain menjadi ajang hiburan rakyat, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan gerakan pangan murah yang digelar oleh Koperasi Merah Putih. Di lokasi yang sama, ada stan menjajakan beras SPHP, telur ayam, minyak goreng, lalu ada stan UMKM warga sekitar juga turut meramaikan. Bahan pokok habis paling cepat sebelum acara selesai karena dijual jauh dari harga pasar seperti beras SPHP 5 kilo dijual Rp 56 ribu, minyak per liter Rp 17 ribu, dan telur 1 Kg Rp 26 ribu.
Menurut Mas Ibin, kegiatan itu menjadi salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong ekonomi lokal. “Mancing bersama masyarakat ini sebenarnya kegiatan kita ya bersama-sama masyarakat dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, yaitu gerakan pangan murah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa program tersebut juga merupakan bagian dari pengendalian inflasi daerah yang terus diupayakan oleh Pemkot Blitar bersama pemerintah pusat.
“Yang dijual ada beras, sayur-mayur, telur dan yang lain ya. Pada intinya ini adalah program pengendalian inflasi juga. Jadi ini kita pemerintah daerah juga diminta pemerintah pusat bahkan setiap hari Senin kita rapat dalam rangka pengendalian inflasi di masing-masing daerah,” paparnya.
Mas Ibin menegaskan, di balik kegiatan santai itu tersimpan tujuan strategis untuk memperkuat peran koperasi lokal dalam menopang ekonomi rakyat.
“Karena Koperasi Merah Putih di setiap kelurahan sudah terbentuk, jadi kita juga berkomitmen untuk selalu memfasilitasi koperasi merah putih agar bisa menjadi soko guru ekonomi masyarakat,” katanya.
Tak hanya itu, selepas acara memancing, Wali Kota juga membagikan oleh-oleh berupa jerohan ayam siap makan gratis kepada para peserta yang hadir. Momen ini menambah hangat suasana dan mempererat kedekatan antara pemimpin dan warga.
Kegiatan Mancing Bersama dan Pasar Murah itu menjadi bukti bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinan Mas Ibin tak hanya fokus pada kebijakan makro, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan sederhana yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Blitar. “Yang penting masyarakat senang, happy, ada aktivitas di hari libur,” tegasnya dengan senyum lepas.
Dengan gaya kepemimpinannya yang hangat, Mas Ibin menunjukkan bahwa kebijakan publik tak selalu harus kaku dan formal. Kadang, cukup dengan satu kail dan tawa bersama warga, pesan pelayanan publik bisa sampai lebih dalam dari sekadar seremonial.





