Berkat DBHCHT Disnaker Kabupaten Blitar, 143 Peserta Pelatihan Sang Kapten Siap Masuk Industri

Berkat DBHCHT Disnaker Kabupaten Blitar, 143 Peserta Pelatihan Sang Kapten Siap Masuk Industri
Peserta pelatihan Make Up Artis Sang Kapten Disnaker Kabupaten Blitar menunjukkan keahlianya dalam merias.

Daily Dose Indonesia – Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Kabupaten Blitar kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas angkatan kerja melalui program Sang Kapten (Sertifikasi Angkatan Kerja Kompeten) 2025. Program yang seluruh pembiayaannya berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini berhasil melahirkan 143 peserta yang telah menyelesaikan pelatihan vokasi, uji sertifikasi BNSP, hingga magang di berbagai sektor industri.

Program Sang Kapten 2025 dijalankan dengan konsep 3 in 1, yakni integrasi pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan penempatan magang industri. Model ini dinilai lebih efektif karena tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga memastikan peserta mendapatkan pengakuan kompetensi formal serta pengalaman kerja langsung.

Bacaan Lainnya

Pelatihan Berbasis Kebutuhan Industri

Kepala Bidang Pelatihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Latprotrans) Disnaker Kabupaten Blitar, Latip Usman, menjelaskan bahwa Sang Kapten disusun secara spesifik untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri yang menuntut tenaga kerja kompeten dan tersertifikasi.

Latip mengungkapkan bahwa pendekatan pelatihan harus sesuai dengan dinamika pasar kerja. “DBHCHT kami gunakan untuk memastikan pelatihan benar-benar selaras dengan kebutuhan industri. Tidak hanya melatih, tetapi juga menjamin peserta punya kompetensi yang diakui dan siap bekerja,” ujar Latip Usman, Selasa (18/11/2025).

Tahun ini, ada 7 skema pelatihan vokasi yang dibuka, masing-masing dengan jumlah peserta sebagai berikut:

  • Barista Kopi (20 peserta)

  • Digital Marketing (25 peserta)

  • Makeup Artist (20 peserta)

  • Teknisi Peralatan Listrik Rumah Tangga (18 peserta)

  • Barber (20 peserta)

  • Juru Masak Komersial (20 peserta)

  • Hair Styling Cutting (20 peserta)

Semua peserta telah melewati tahap pelatihan yang dipandu instruktur profesional dari lembaga pelatihan kerja mitra Disnaker. “Kami memastikan setiap skema tidak hanya memberi keterampilan teknis, tapi juga soft skill seperti etika kerja, disiplin, dan komunikasi. Industri sangat memperhatikan hal-hal itu,” imbuh Latip.

Lulus Sertifikasi BNSP, Langsung Masuk Tahap Magang

Setelah pelatihan selesai, seluruh peserta diwajibkan mengikuti sertifikasi kompetensi yang dilakukan oleh asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) terlisensi oleh BNSP.

Menurut Latip, langkah ini menjadi pembeda utama Sang Kapten dibanding program vokasi biasa. “Sertifikasi BNSP adalah pengakuan formal bahwa peserta memenuhi standar nasional. Ini membuat mereka punya nilai tawar lebih tinggi saat memasuki pasar kerja,” katanya.

Setelah tersertifikasi, peserta langsung tersalurkan ke industri untuk menjalani magang kerja. Dunia usaha yang terlibat mencakup sektor kuliner, perhotelan, barbershop, pemasaran digital, hingga layanan teknisi.

Magang ini, lanjut Latip, merupakan jembatan paling penting. “Banyak perusahaan langsung merekrut peserta magang karena sudah melihat performanya selama masa penempatan,” jelasnya.

DBHCHT Didorong untuk Memberi Dampak Ekonomi Langsung

Sebagaimana diketahui, DBHCHT tidak hanya dialokasikan untuk kesehatan, tapi juga untuk kesejahteraan masyarakat, termasuk peningkatan kualitas tenaga kerja.

Latip menegaskan bahwa penggunaan DBHCHT pada pelatihan terbukti memberikan manfaat konkret. “Dampaknya langsung terasa. Angkatan kerja terampil meningkat, serapan industri naik, dan masyarakat mendapatkan peluang kerja yang lebih baik. Ini bentuk penggunaan DBHCHT yang produktif,” ucapnya.

Ia juga menilai bahwa program berbasis vokasi seperti Sang Kapten dapat memperkuat daya saing ekonomi daerah. “Jika tenaga kerjanya kompeten, industri juga akan berkembang. Pada akhirnya, ekosistem ekonomi Kabupaten Blitar makin kuat,” tambah Latip.

Monitoring Alumni dan Peningkatan Tahun Berikutnya

Disnaker Kabupaten Blitar juga akan melakukan monitoring dan penelusuran alumni sepanjang November–Desember untuk memastikan outcome pelatihan.

Melalui kegiatan ini, pemerintah dapat memetakan peserta yang sudah bekerja, berwirausaha, atau masih mencari peluang. Data tersebut akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan program Sang Kapten tahun berikutnya.

Latip menutup wawancara dengan optimisme. “Tujuan utama kami sederhana: memastikan DBHCHT betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama generasi muda yang ingin bekerja. Kami ingin Sang Kapten menjadi pintu masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *