Dari DBHCHT, Disnaker Kabupaten Blitar Beri Anak Muda Skill Industri yang Paling Dibutuhkan

Dari DBHCHT, Disnaker Kabupaten Blitar Beri Anak Muda Skill Industri yang Paling Dibutuhkan
Kegiatan pelatihan Barista diselenggarakan Disnaker Kabupaten Blitar pada April 2025 menggunakan anggaran DBHCHT.

Daily Dose Indonesia — Pemerintah Kabupaten Blitar memaksimalkan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk menekan angka pengangguran yang masih didominasi oleh anak muda. Melalui Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Kabupaten Blitar, berbagai pelatihan kerja sepanjang tahun 2025 diarahkan khusus untuk angkatan kerja muda dan fresh graduate — kelompok yang paling membutuhkan peningkatan keterampilan agar siap bersaing di pasar industri maupun membuka usaha sendiri.

Kepala Bidang Pelatihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Kabupaten Blitar, Latip Usman, menjelaskan bahwa karakter pengangguran di Kabupaten Blitar sejak beberapa tahun terakhir memang didominasi oleh lulusan baru. Karena itu, pelatihan kerja DBHCHT tahun 2025 disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan industri terkini.

Bacaan Lainnya

“Pengangguran di Blitar itu didominasi angkatan kerja muda, atau fresh graduate. Makanya terkait dengan itu, kegiatan yang kita laksanakan memang sasarannya anak muda, fresh graduate. Dan jenis-jenis keterampilan baru yang sedang dibutuhkan industri di Kabupaten Blitar,” ujar Latip Usman, Selasa (18/11/2025).

Ia menegaskan bahwa tahun 2025 Disnaker menggelar delapan paket pelatihan berbasis keterampilan industri dan ekonomi kreatif. Namun, efektivitas keseluruhan program baru bisa diketahui usai publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Meski begitu, pihaknya optimistis dampak pelatihan tersebut akan signifikan terhadap penurunan pengangguran.

“Untuk tahun 2025 ini belum dilakukan pengukuran sejauh mana efektivitas pelatihan, kemudian program perencanaan kerja lainnya dan dampaknya terkait pengangguran. Namun kami optimis usaha pengurangan pengangguran di Kabupaten Blitar tahun 2025 akan bermanfaat. Nanti pada saatnya akan dipublish, BPS yang akan merilis angkanya,” jelasnya.

Skill yang Fleksibel: Bisa untuk Kerja, Bisa untuk Usaha

Disnaker merancang jenis pelatihan tidak hanya untuk menyiapkan peserta masuk ke perusahaan tertentu, tetapi juga memampukan mereka membuka peluang usaha sendiri. Di sepanjang tahun 2025 dari 8 pelatihan diselenggarakan ada pilihan jenis pelatihan seperti barbershop, barista, kuliner, dan beberapa keterampilan teknis lainnya disiapkan agar peserta memiliki fleksibilitas dalam mencari penghidupan.

“Jenis-jenis keterampilan pun sudah kita pilih bahwa jenis-jenis keterampilan yang tidak menggantungkan badan usaha tertentu. Atau bekerja, namun peserta juga bisa berwirausaha. Misalkan di bidang kuliner, kemudian barbershop, barista itu teman-teman kan bisa berwirausaha juga dengan keterampilan itu,” tutur Latip.

Model pelatihan ini dianggap ideal bagi angkatan muda karena mereka berada pada fase eksplorasi karir dan memiliki potensi untuk bergerak cepat mengikuti tren usaha maupun kebutuhan pasar.

Pelatihan Berbasis DBHCHT Masih Jadi Andalan

Pelatihan yang dibiayai DBHCHT selama 2025 berjalan baik dan tinggal satu paket pelatihan yang akan dituntaskan pada akhir tahun. Disnaker memastikan seluruh rangkaian pelatihan berjalan dengan sistem bertahap yang terdiri atas pembekalan keterampilan, sertifikasi BNSP, magang, hingga pendampingan wirausaha atau penempatan kerja.

Disnaker juga menyiapkan strategi keberlanjutan program untuk mengantisipasi tantangan ketenagakerjaan pada 2026. Meskipun terjadi efisiensi anggaran, pelatihan kerja dari DBHCHT tetap akan dilanjutkan pada tahun depan dengan penyesuaian terhadap prioritas nasional seperti ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan ekonomi kreatif.

Jenis-jenis pelatihan yang diusulkan tahun depan mencakup operator alat berat pertanian (alsintan), juru masak MBG, serta dua jenis pelatihan lain yang saat ini masih dalam pembahasan lintas-OPD.

Dengan arah pelatihan yang semakin terfokus pada kebutuhan industri dan kebijakan nasional, Disnaker berharap semakin banyak anak muda Blitar mendapatkan jalan keluar dari pengangguran, baik melalui pekerjaan formal maupun usaha mandiri.

Program pelatihan berbasis DBHCHT ini juga dinilai menjadi bagian penting dari ekosistem pemberdayaan tenaga kerja di Kabupaten Blitar, terutama saat industri lokal membutuhkan SDM yang terampil, adaptif, dan siap kerja. Dengan strategi menyasar segmen pengangguran terbesar, Disnaker berharap kontribusi DBHCHT dapat terus memberi dampak nyata bagi generasi muda Blitar menuju perekonomian daerah yang lebih produktif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *